Kamis, 17 Agustus 2017

Pilih Minuman yang Tepat untuk Tubuh Sehat

Marimas bikin Adem, Tidak bikin Batuk -  Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari cairan itulah mengapa sangat disarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Ketika tubuh kehilangan cairan inilah yang disebut dengan dehidrasi. Ada dehidrasi ringan ada pula dehidrasi yang berat misalnya ketika tengah menderita muntah dan sering buang air besar. Tanda paling mudah mengetahui tubuh mulai dehidrasi ketika kita merasa haus. Jadi ketika mulai haus segera saja mengonsumsi minuman. Tentu saja jangan asal minum karena minuman yang kurang tepat justru bisa membuat jumlah cairan semakin berkurang.

Bagaimana Cara Memilih Minuman yang Tepat?
  1. Batasi konsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, coklat, softdrink dan alkohol. Boleh mengonsumsi tetapi jangan terlalu banyak. Jenis minuman yang telah disebutkan sebelumnya bisa membuat cairan dalam tubuh berkurang karena jumlah air seni akan bertambah sehingga sering buang air kecil. Bukan mengganti cairan tubuh tetapi justru membuat cairan tubuh semakin habis.
  2. Mengonsumsi air putih atau jus buah saat berada di ruangan ber-AC. Hal ini diperlukan agar tubuh tidak kekurangan cairan dan serat. Selain itu mencegah tenggorokan terasa kering dan buang air besar juga lanar karena tercukupinya cairan dan serat. Ketika sedang berada di ruangan ber-AC meskipun tidak terasa, namun tubuh tetap mengeluarkan airan melalui keringan dan pernafasan. Sehingga ketika tidak mencukupi jumlah cairan yang dikonsumsi tetap bisa menimbulkan dehidrasi ringan. Tentu hal ini bisa mengurangi konsentrasi saat bekerja atau melakukan aktifitas lain.
  3. Hindari minuman air gula ketika tubuh sedang berolahraga atau sebelum berolahraga. Terutama air gula yang berkonsentrasi tinggi. Menurut dr. Januar Arifin MS, minuman yang mengandung banyak gula justru bisa membuat hormon insulin masuk dalam darah. Adanya hormon insulin ini akan membuat jumlah glukosa dalam darah menjadi rendah. Mengapa demikian? Karena dalam waktu bersamaan glukosa masuk dalam sel otot dan menghasilkan energi yang digunakan untuk berolahraga. Rendahnya kadar glukosa akan memberikan dampak yang buruk terhadap orak yang sangat rentan ketika dalam keadaan kurang energi. Gejala yang biasanya dirasakan kepala terasa ringan dan gelap.
  4. Konsumsi air putih dingin setelah atau pada saat berolahraga bisa dilakukan. Asalkan air yang dikonsumsi tidak terlalu dingin. Jangan terlalu khawatir dengan adanya perbedaan suhu yang bessar dari air dingin ke tubuh yang panas. Karena ketika air dingin memasuki rongga mulut, kerongkongan kemudian lambung selanjutnya suhu air dingin tersebut akan berubah mendekati suhu tubuh. Hal ini dipengaruhi lingkungan tubuh yang panas.
Jangan lupa untuk selalu membawa sebotol air putih ketika sedang beraktifitas atau bepergian. Sehingga sewaktu-waktu bisa diminum dan bisa mencegah tubuh mengalami dehidrasi.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar